Jumat, 2 Januari 2015Masuk
Senin, 25/04/2011 01:31 WIB

Apa Maksudnya Presiden Tetapkan Status Siaga Satu?

Ramadhian Fadillah - detikNews

Jakarta - Pemerintah telah menetapkan status keamanan Indonesia berada dalam kondisi siaga satu. Hal ini ditetapkan setelah beberapa serangan bom yang terjadi. Wakil Ketua Komisi I DPR Hasanuddin menilai belum saatnya kondisi siaga satu diterapkan. Dia pun mempertanyakan apa maksud Presiden SBY menetapkan siaga satu?

"Ada apa pernyataan siaga satu yang diumumkan pemerintah hari kamis (21/04) kemarin?  Adakah presiden memprediksi atau memperkirakan akan ada sesuatu dalam skala nasional? Presiden harus menjelaskannya kepada publik. Rakyat harus tahu tentang apa yang terjadi di republik ini," ujar TB Hasanuddin dalam keterangan pers tertulis yang diterima detikcom, Minggu (25/4/2011) malam.

Menurut Sekretaris Militer di era Presiden Megawati ini, siaga satu adalah status tertinggi dalam kesiapan aparat keamanan khususnya TNI. Dalam status ini, seluruh prajurit TNI harus stand by di markas masing-masing lengkap dengan perlengkapannya termasuk senjata, amunisi, kendaraan dan bekal logistiknya.

"Siaga satu tingkat nasional pada umumnya disiapkan untuk menghadapi ancaman dari luar atau ancaman yang disebabkan dari dalam seperti pemberontakan, kudeta atau apa pun yang mengancam kepentingan  nasional atau mungkin bencana alam dalam skala nasional," bebernya.

Dia pun meminta agar SBY memberi pernyataan sejelas-jelasnya agar tidak menimbulkan multitafsir dan kepanikan di masyarakat.

"Kalau tidak, segera cabut siaga satu," tegasnya.

Sebelumnya pemerintah menanggapi serius temuan paket bahan peledak di jalur pipa gas Serpong yang bertepatan dengan malam peringatan hari besar keagamaan. Hingga beberapa hari, jajaran keamanan diperintahkan meningkatkan kewaspadaannya.

"Mulai hari ini diberlakukan Siaga I sampai beberapa hari ke depan terkait pengamanan kegiatan ibadah," ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/4).

Pemberlakuan status keamanan Siaga I berlaku untuk seluruh wilayah RI. Menurut Djoko, perlakuan serupa sebenarnya selalu diterapkan di setiap peringatan hari-hari besar keagamaan.


(rdf/asp)
Share: Twitter | Facebook | Email
(0) Komentar | Kirim komentar
Baca Juga: Pepi Berambut Lurus & Gondrong, Jarang Terlihat di Rumah Benda Mirip Tabung di Rumah Mertua Pepi Diambil dari Gudang Waktu Kuliah, Pepi Suka Nongkrong dan Cuek Urusan Agama

Berita Terpopuler: Cari Korban AirAsia, Ini Prakiraan Cuaca dan Gelombang di Selat Karimata 2 Gembong Narkoba Dihukum Mati di Arab Saudi, Kapan Indonesia Nyusul? Pencarian Korban AirAsia Hari Keenam, Deteksi Bawah Air Dilakukan 24 Orang Tewas Saat Malam Pergantian Tahun di Kolombia

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Ads by Iklanbaris « Back
· News · Sport · Sepakbola · Finance · Hot · Inet · Oto · Food · Health · Foto · TV · Iklan Baris · Travel · Wolipop · PasangMata · Seleksi Menteri · myTrans · Trafik